Thrusday, December 22

Apa sih istimewanya hari ulang tahun? Istimewa hanya orang yag menyayangi kita. Tapi tanpa semua itu atau tanpa salah satunya menjadi tak ada artinya hari ulang tahun itu?

Dan sebenarnya apa sih maksud dari perayaan hari ulang tahun? Bukankah kita sebenarnya merayakan berkurangnya usia kita? Lalu kenapa diadakan hari perayaan ulang tahun?

Sebenarnya kalau dilihat, hari ulang tahun itu sama saja dengan hari-hari lain. Dibulan januari, (februari), maret sampai desember kita menemukan tanggal yang sama tapi hari ulang tahun menjadi berbeda karna di hari itu kita kembali pada sosok asli kita, kita memulai dengan yang baru, kita mempunyai harapan baru dan berusaha menjadi sesuatu yang kita inginkan, mencoba erlahir kembali, karna pada saat itu, kita pertama kali bertemu dunia luar, kita menangis tak tahu dengan apa yang terjadi disekitar, kita disambut suka cita dengan semua orang yang menantikan, kita diharapkan menjadi anak yang kelak dapat dibanggakan, dapat menjadi “seseorang” dimasyarakat. Begitu pula pada hari ulang tahun, dengan pengharapan baru, doa baru, target yang ingin dicapai. Kita mencoba menjadi sosok yang lebih baik.

Dihari itu pula, kita dapat mengetahui siapa saja yang peduli dengan kita, dari mereka mengingat hari istimewa kita, dari mereka berusaha meluangkan waktu untuk ikut berbagi kebahagiaan dengan kita. Tidak hanya dinilai dengan kado, ataupun kue, tidak. Karna itu hanya bonus yang menambah suka cita perayaan hari ulang tahun.

Well, betapa bahagianya setiap hari ulang tahun kita dapat berkumpul denga orang-orang yang kita sayang dan juga menyayagi kita. Meskipun tidak membuat pesta, tapi kebersamaan yang slama ini jarang kita rasakan karna kesibukan masing-masing dapat kita temui dihari istimewa itu.

Yah, tapi kalau kue ulang tahun, lilin, kado dan orang-orang yang menyayangi kita tidak ada tak perlu bersedih. Kita harus bersyukur Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk menjadi yang lebih baik lagi, itu merupakan suatu keberkahan yang sangat besar.

Tapi setidaknya, dihari istimewaku ini. Aku masih bisa menikmatinya. Bersama Tuhan Yang Maha Esa dan bintang-bintang.

Happy mom’s day, I love you mom till the end

And, Happy born day to me

surat cinta untuk ivan

Hmm, ivan. Aku tak tahu harus memulai darimana, tapi aku ingin menyampaikan sesuatu untukmu..

Sebenernya aku berharap Tuhan memberikan aku satu kesempatan untuk berbicara tentang semua perasaanku selama enam tahun ini. Tapi sepertinya Tuhan tak memberikan aku waktu untuk berbicara denganmu, karna itulah aku menulis semua yang aku rasakan, biarlah ini menjadi sebuah pesan yang tak tersampaikan.

Ivan, jujur saja waktu pertama aku melihatmu aku sudah merasakan ada getaran aneh pada diriku. Aku tak tahu itu, karna pada saat itu aku masih belum benar-benar mengerti artinya jatuh cinta dan pada saat pandangan pertama. Ya, kita bertemu pertama kali saat pembukaan MOS di SMP. Masih bau kencur sekali kita, masih dibilang cinta monyet. Akupun dulu berfikir begitu, mungkin perasaan ini akan berlalu begitu saja. Tapi ivan, rasa ini tak pernah sedikitpun berlalu sampai detik ini. Mungkin kamu akan berfikir aku berbohong. Tapi benar ivan, disaat aku bertemu denganmu secara tak sengaja aku masih merasakan getaran itu. Setiap aku melewati rumahmu, aku berharap kau ada walau kamu tak menyadari keberadaanku. Aku juga heran ivan, mengapa hatiku masih menyimpan rasa itu, kamu kan tahu kita dekat ditahun pertama sekolah. Waktu itu kita kemana-mana slalu bertiga aku, kamu dan rangga. Kamu tahu ivan? Satu tahun itu adalah saat-saat paling membagiakan untukku. Aku ingat, saat guru memberikan games tutup mata dan tangkap, waktu itu aku dan beberapa teman yang lain tidak medapat tempat untuk bersembunyi tapi tiba-tiba dari kolong meja kamu menarik rokku dan berbisik “sini aja ngumpetnya sama gue, aman” sungguh ivan aku masih mengingat itu. Tapi tak apa kalau kamu tidak mengingatnya, itu wajar karna itu hanya hal kecil yang tidak penting. Aku slalu tersenyum setiap mengingatmu, rasanya aku mendengar renyahnya tawamu. Kamu berada didepanku ivan, kamu sedang tertawa. Kita slalu tertawa ivan. Dulu, kamu adalah penyemangatku untuk pergi sekolah ,ivan. Aku slalu berusaha tidak sakit agar aku dapat masuk sekolah hanya karna ingin melihat senyummu, tertawa dan bersamamu ivan.

Ivan, sejujurnya aku sangat menyukai melihatmu saat bermain sepak bola. Disaat itu, aku melihat sosok yang sangat sempurna. Kulit putihmu menjadi merah berkilat diterpa hangatnya sinar matahari yang bercampur dengan peluhmu. Rambut gondrongmu tersibak dibelai angin rindang, tumbuh jangkungmu yang menjadikanmu sangat terlihat, lambaian tangan dan teriakan “yeeesss” slalu kamu tujukkan padaku saat kamu berhasil mencetak skor, tak lupa kamu juga memberikan senyuman termanis yang mampu meluruhkan semua tulang-tulangku, membuat aku lemah terhadapmu. Sungguh ivan, aku masih bisa merasakannya sampai saat ini. Satu tahun itu menjadi tahun terbaik yang pernah kulalui, karna ditahun itu aku dengan leluasa memandangimu, selama apapun itu, aku tahu perkembanganmu, aku bisa dengan mudahnya mencurahkan seluruh perhatianku tanpa harus takut kamu akan menjauhiku. Andai saja kamu tahu ivan..

Tapi ivan, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Kebahagiaan itu telah berubah menjadi hari-hari kelam sepanjang hidupku. Bagaimana tidak, tanpa alasan kamu menjauhiku. Kamu tak pernah memberikan aku kejelasan mengapa kamu melakukan itu padaku. Apa aku membuatmu marah ivan? Apa aku telah membuat kesalahan sampai membuatmu begitu benci padaku? Aku tak tahu ivan, sungguh. Setiap malam ivan, hampir tiap malam aku slalu mennagisimu. Aku slalu teringat senyumku yang kamu acuhkan, kamu slalu berpura-pura tak mendengar sapaanku, kamu yang slalu menolehkan muka ketika dari kejauhan melihatku dan kamu yang slalu lebih memilih memutar arah apabila kita akan berpapasan. Kamu tahu ivan? Itu sangat menyakitkan buatku, rasanya aku seperti mahkluk yang paling hina dimatamu. Mengapa kamu cepat seklai berubah ivan? Dan mengapa kamu lakukan itu sampai kita lulus? Mengapa kamu tak memberiku kesempatan untuk meminta maaf dan setidaknya memberikanku satu senyumanmu?

Maaf, aku kembali menangis mengingat itu semua. Hanya saja saat itu aku benar-benar tak siap dengan perubaha sikapmu itu. Terlebih lagi ketika aku tahu kamu berpacaran dengan putri. Rasanya seluruh pertahanan hatiku luruh seketika, semangatku yang dulu berkobar telah padam, keinginan untuk tertawa bersamamu tak ada lagi. Hmm, rasanya terdengar aneh dengan usia aku saat itu yang baru menuju tiga belas tahun. Tapi itulah yang aku rasakan saat itu ivan, saat aku melihatmu berjalan bersama perempuanmu, saat aku melihatmu tertawa bersamanya, dan saat aku pertama kali melihatmu memeluknya. Tak perlu aku ceritakan bagaimana ‘down’nya aku saat itu. Bagaimana hancurnya hatiku, aku hanya bisa menangis dikamar mandi skolah ivan. Aku berharap pada saat itu Tuhan membutakan mataku, agar aku tak dapat melihat senyummu lagi. A ku berharap telinga ku tak lagi berfungsi, agar aku tak dapat mendengar suara tawamu yang slalu ku rindukan. Aku tak kuasa ivan. Aku seorang “ABG” yang baru tahu soalcinta, aku baru tahu rasanya jatuh cinta, rasanya ingin slalu dekat denganmu, slalu ingin kau perhatikan, slalu ingin menjadi orang yang mendengar ceritamu pertama kali. Aku baru tahu ivan. Tapi kenapa kamu dengan mudahnya menghancurkan seluruh kebahagiaanku ivan? Kamu tidak pernah tahu rasa sakit itu ivan. Rasanya terkhianati, rasanya kehilangan. Kamu tidak tahu.

Tapi ivan, walaupun seperti itu, walaupun kamu telah menghancurkan hatiku aku tetap mencoba mencari tahu tentangmu. Masih mempedulikanmu. Aku ingin sekali marah padamu, aku ingin sekali membencimu, tapi aku tidak bisa ivan. Kamu itu siapa sebenarnya? Apa yang sudah kamu lakukan sampai bisa membuatku seperti ini? Kamu jahat ivan.

Mungkin rasa sakitku akan sedikit berkurang ketika aku memilih melanjutkan sekolah didaerah lain, saat itu aku berfikir aku tak akan lagi membuang air mataku, aku tak lagi akan sakit hati, aku tak akan lagi tersiksa dengan perasaanku, aku tak akan lagi merasakan cemburu dan mungkin aku dapat melupakanmu. Tapi aku salah ivan, sebuah rasa memaksaku untuk slalu mencari bayangmu, rasa itu slalu mampu membuatku menyerah pada keputusanku, rasa itu yang slalu membayangiku, ternyata aku lebih tersiksa ivan. Aku merindukanmu.

Tak tahukah kau ivan? Berapa banyak puisi yang tercipta untukmu? Berapa banyak air mataku yang jatuh karna menangisimu? Berapa seringnya hatiku hancur olehmu? Betapa sulitnya aku mencoba membangun benteng pertahananku agar aku tak terlihat lemah didepanmu? Betapa tersiksanya saat aku merindukanmu? Betapa putus asanya aku saat aku tahu kamu berubah? Betapa inginnya akukamu akan kembali seperti dulu? Betapa seringnya aku mendoakan agar kau cepat putus dengan pacarmu? Dan kamu tidak tahu kan ivan berapa lama aku menyimpan perasaan ini untukmu?

Ivan,

Saat ini aku hanya berharap kamu tahu disini ada seseorang yang telah lama mengagumimu, bersimpati padamu, menyukai semua hal tentangmu, menyayangimu dengan sepenuh hati dan jatuh cinta padamu. Aku tak mengaharapkan balasan atau respon darimu, aku hanya ingin kamu tahu tentang perasaanku, tentang betapa berharganya kamu dihidupku, dan aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Karna kamu aku tahu rasanya jatuh cinta dan diam-diam mengagumi itu seperti apa, dan kamu juga mengajarkan aku rasanya kehilangan.

Ivan,

Aku tak tahu apakah Tuhan akan mempertemukan kita suatu saat nanti, kalau kita diberi kesempatan bertemu aku berharap mendapatkan senyummu. Itu saja. Aku berdoa untukmu ivan, semoga kamu bahagia dengan wanita pilahanmu kelak.

Bye, envini

obrolan ringan di BBM

PM BBM Juru Gambar :

“ Photography Seriously Dangerous !!!”

Sarah Sastrowidzaen :

ü Haha serem ya ka photography itu ? hihi

Juru Gambar :

· Hehehehe

· Bgt

Sarah Sastrowidzaen :

ü Itu pengalaman ya ka ?

Juru Gambar :

· Pengalaman

· Sama liat temen2 aja

Sarah sastrowidzaen :

ü Woo menyeramkan, apalagi pas aku liat penjelasannya di status kaka hihi

ü Dalam hidup apapun bisa terjadi wkwk

Juru Gambar :

· Ahahaha itu nyata lho

· Kejadian

Sarah Sastrowidzaen :

ü Iya ka ? woo sampe seklimaks itu ya ka ?

Juru Gambar :

· Hehehehe

· Ya gtu lah

· Kadang kalo ga siap mental bisa stress

· Apalagi kalo ngerasa hebat yg besar kepala

Sarah Sastrowidzaen :

ü Sampe segitunya ka ? ya ampun

ü Hmm kalo sombong emang gitu, ngerasa dirinya diatas awang

Juru Gambar :

· Dalam semua bidang kaya gitu

Sarah Sastrowidzaen :

ü Betul, dalam hidup semua bisa terjadi

Juru Gambar :

· J

Sarah Sastrowidzaen :

ü Hidup itu lucu ya hihi

ü Hidup itu gratis ya ka tapi menjalaninya yang berat haha

Juru Gambar :

· Ahahahahaha

· Lagian Tuhan ga pernah bilang hidup bakal mudah

Sarah Sastrowidzaen :

ü Betul haha tapi kalo ga ada masalah flat banget

Juru Gambar :

· Kalo ga ada masalah ya bukan hidup

· Masalah kan bikin pinter

· Buat yg mo mikir sih

Sarah Sastrowidzaen :

ü Haha kaka bikin aku ketawa haha

ü Berarti orang yg minta hidup tanpa beban itu menyia-nyiakan otaknya ya ka haha

Juru Gambar :

· Ga usah diminta hidup ya udah pada punya beban masing2

· Otak harus bisa memilah2

· Biar ga salah jalan

Sarah Sastrowidzaen

ü Hehe hidup itu lucu

Juru Gambar :

· Hehe

· Pastinya

· Soalnya Tuhan juga humoris kok

Sarah Sastrowidzaen :

ü Salah ga sih kalo aku ngomong “ikutin ajalah semua permainan tuhan” hehe

Juru Gambar :

· :)

Sarah Sastrowidzaen :

ü Haha kalo ga humoris aku ga bisa bayangin deh aura kehidupan yg pekat banget. Tegang semua

Juru Gambar :

· Heheheheheheheh

· Nikmatin aja intinya

· Berusaha

· Tulus

· Jujur

· Tulus seperti merpati

· Licik seperti ular

· Kadang2 diperluin juga kok

Sarah Sastrowidzaen :

ü Betul licikitu di perlukan

ü Sometimes

ü Menikmati hidup yang ada dan jalani sekarang karena kalau ngga bakal jadi kenangan

ü Kenangan yg di sesali

Juru Gambar :

· :)

ps :

juru gambar - buka nama sebenarnya

Tuhan lupa memberi mereka pendengaran

Terkadang aku lelah dengan semua permainan Tuhan, aku ingin keluar, aku ingin berhenti tapi dengan kesadaranku aku tau permainan Tuhan tidak akan pernah berhenti dan akan slalu berjalan tanpa pernah aku tau kapan aku dapat menyelesaikannya. Kata mereka Tuhan menciptakan umat_Nya sama dengan kemampuan yang berbeda-beda tetapi semua jumlahnya sama. Aku tidak merasa demikian, aku merasa Tuhan tidak adil! Memang Tuhan memberiku kelebihan yang cukup banyak-bisa dibilang seperti itu, tapi ternyata Tuhan lupa memberi orang orang “PENDENGARAN”. Aku sangat yakin Tuhan lupa memberi pendengaran kepada orang-orang karna apa? Karna mereka semua tak ada yang mau mendengarkan aku. Memang ada tetapi mereka hanya sekedar mendengarkan dan tidak pernah mau benar-benar antusias mendengarkanku. Aku tidak sama seperti mereka, setiap orang yang berbicara denganku aku dengarkan dengan penuh antusias, aku biarkan mereka menjadi ‘bintang’ dan aku adalah penontonnya. Mereka datang kepadaku disaat mereka ingin didengar teteapi selalu meninggalkanku disaat mereka bersinar. Aku tidak pernah merasa sakit akan hal ini karna aku tetep mereka butuhkan untuk mendengarkan mereka, bisa dibilang aku ini ‘Tempat Sampah’. Orang-orang membuang sampahnya kepadaku, tak hanya teman-temanku bahkan sampai orang dewasa dan orang yang sudah berkeluarga membuang sampahnya padaku dan yang lebih mengherankanku adalah orang yang baru ku kenal bahkan membuang sampahnya padaku juga. Yeah, mungkin inilah salah satu kelebihan yang Tuhan berikan kepadaku. Tapi aku tetep yakin bahwa Tuhan lupa memberi orang orang pendengaran, karna mereka tak ada yang mau mendengarkan walaupun hanya sekedar memperhatikan. Aku ingin bertanya adakah orang lain sepertiku di dunia ini? Memang benar semua orang itu egois, mereka tidak sadar bahwa hidup dindunia ini membutuhkan orang lain. Dan aku akhirnya tak pernah berbicara apapun tentang semua yang aku rasa, aku menumpuknya bersama dengan sampah orang orang dan akhirnya tubuhku yangg menjadi korbanku sendiri. Aku sangat sangat ingin berbagi kepada mereka, tapi ya seperti tadi aku ditakdirkan untuk mendengarkan orang lain bukan untuk didengar. Aku coba untuk menerima ini semua dan mulai menyukainya karna dengan ini aku akan berarti untuk mereka :)

aku itu korban kalian !

kalau orang bertanya “apakah ada orang yang hidupnya sendiri didunia ini?” jawabannya ada. ada benar benar ada bukan hanya sekedar cerita dongeng atau ratapan seseorang yang berkata gue sendirian. mereka yang mengatakan itu hanya sekedar mempunyai masalah, atau baru putus dari pacarnya bisa juga dia tak mengenal Tuhan. dari semua itu kesendirian yang ku alami berbeda tapi itu juga berpengaruh pada spekulasiku yang terakhir.

kesendririanku di awali ketika orang tuaku bercerai, pada awalnya aku biasa saja malah cenderumg tak peduli. aku tak benar-benar tak peduli, hanya saja itu topeng yang ku perlihatkan pada dunia. tak perlu tahu kenapa, karna aku sedang tak ingin membahasnya. aku masih menjalani kehidupan “normal” ku, seakan tak terjadi apa-apa. tapi dugaanku salah, aku mati tanpa mereka, lebih tepatnya aku mati tanpa kasih sayang mereka.

awalnya mama memilih pergi sejenak untuk “cooling down” dengan masalah yang baru dia hadapi. sebagai anak yang baik dan tidak egois, aku membiarkan mama pergi karna aku juga tak mau mama stress gara-gara masalah ini, toh dia bilang padaku hanya untuk cooling down, yang pasti suatu saat dia akan kembali. aku biarkan mama menenangkan dirinya, hampi 3 bulan lamanya aku tak berhubungan dengannya. sangat menyiksa memang, terlebih lagi aku juga perempuan aku butuh mama, butuh panutan. akhirnya aku tinggal dirumah berdua bersama papa, tak terlalu susah tinggal bersama papa karna kebetulan papa itu koki jadi tak ada masalah dengan urusan perut tinggal membersihkan rumah, itu aku juga bisa. tapi lagi-lagi ketika keadaan belum pulih papa memilih menikah lagi. jelas aku shock. bukan shock karna aku akan mendapatkan seorang ibu tiri, tapi aku shock secepat itu posisi mamaku terganti dengan perempuan lain ? hah, gila! terang-terangan aku menolak dengan keputusan papaku. semenjak keinginanya itu hubunganku menjadi tak baik, kami cepat sekali tersulut emosi dengan hal-hal kecil. selalu berdebat, setiap hari, setiap saat. bukan hanya perdebatan biasa, karna aku dan papa sama-sama emosional, dan perdebatan kami slalu menarik urat. tak peduli tetangga mendengar apa tidak yang jelas saat itu aku sangat membenci papa. lama setelah itu dia berbicara denganku, dia berkata penuh dengan pengertian tapi aku tau itu hanya akalnya saja agar aku mengizinkan dia menikah lagi, tetap aku menolak tapi dia tetap pada pendiriannya, diakhir perdebatan kami dia berkata “papa itu laki-laki dan laki-laki butuh perempuan buat ngurusin diri.” terserah! teriak hatiku, aku tak peduli. aku membuat perjanjian padanya dia boleh menikah lagi dengan satu syarat jangan pernah istri barunya menginjakan kaki dirumah! ya, aku tau aku sama saja mengusir papaku, tapi itu sebanding bukan ? enak saja dia menikah lagi dan tinggal dirumah yang “dulu” pernah dia tinggali dengan mamaku. aku tak rela.

akhirnya, pernikahan itu terjadi dan dengan itu aku positif tinggal sendiri dirumah. meskipun rumahku tidak besar, tapi tetap saja aku merasa kecil dirumahku sendiri. oke, karna aku bukan anak manja aku tak terlalu terpengaruh dengan pekerjaan rumah tangga. awalnya asik tinggal sendiri, aku bisa melakukan apapun yang tak bisa aku lakukan saat ada mama dan papaku. tapi lama kelamaan kesendirian membelengguku, membuat sesak. aku menjadi sensitive, gampang sekali aku menangis, emosiku semakin tak terkontrol, dan aku menjadi pribadi yang tak peduli dengan lingkungan.

mungkin karna sikapku yang seperti itu perlahan semua orang menjauhiku dan banyak yang membenciku. aku tak peduli, sesuka kalian sajalah fikirku saat itu. semakin hari, semakin tak terurus jiwaku. seperti tercabik-cabik, tak punya rasa dan tak punya perasaan. yang membuatku bertahan hanyalah topeng-topeng yang aku gunakan. itu sangat membatu meskipun aku sangat lelah memakainya, tapi aku tak boleh terlihat rapuh! aku tak mau orang orang yang membenci dan menjauhiku tertawa dan mereka akan berkata ternyata kau masih membutuhkan kami, hah! aku tak akan kalah.

keadaan semakin buruk ketika dana yang harusnya mengalir lancar dari dompet papaku tersendat karna adanya keluarga barunya. bangsat ! gara-gara wanita murahan itu aku kelaparan ! jangan sampai dia ada dihadapanku, muak aku melihatnya! gara-gara dia hubunganku dengan papa buruk, gara-gara dia aku kelaparan, dan dia yang telah merebut papa! dasar perek ! jalang ! wanita murahan ! hiyy, jijik sekali dirimu. berengsek. kalian berdua berengsek.

mereka tak pernah peduli apakah aku sudah makan apa belum, apa aku punya uang apa tidak, apa kondisiku, bagaimana pergaulanku. mereka tak pernah tau dan tak pernah peduli. mereka tak tau aku pernah tak makan selama berhari-hari, mereka tak tahu jika aku tak punya uang, aku benar benar tak punya uang sepeserpun bahkan 500 rupiah pun aku tak punya, mereka tak tahu aku pernah tak sekolah karna ga punya ongkos. mereka ga tau, aku pernah muntah darah karna tak ada asupan yang masuk kedalam tubuhku, mereka tak tau betapa irinya aku melihat teman-temanku jajan dikantin sedangkan aku harus menahan lapar. MEREKA TIDAK TAHU !! mereka tidak tahu, dan aku juga tak ingin memberitahu mereka, aku tak mau mengemis pada mereka khususnya papa. biarkan saja, toh sama saja dia durhaka kepadaku dan nanti dikehidupan selanjutnya dia tak akan mencium wangi surga. dan semua penderitaanku terbalas. aku menang. walaupun aku tahu, aku masih menjadi tanggungan papa, tetap saja aku tak mau mengemis. karna aku BUKAN PENGEMIS!! kalau papa memang sayang padaku, dia pasti perduli padaku. peduli dengan kondisiku, denagan kehidupanku, dengan masa depanku dan peduli dengan pergaulannku. tapi nyatanya tidak, lihat ? ah tidak, kalian tak akan melihat karna memang itu tak terlihat. semuanya hanya aku dan Tuhan yang tau.

jujur saja, aku menyalahkan kondisiku karna mereka. hey, aku masih butuh bimbingan kalian, aku masih butuh pelajaran kalian untuk hidupku. bukan menyengsarakanku seperti ini. kalian tau ? aku ini korban kalian. jangan pernah menyalahkanku atas sikapku yang seperti ini. karna kalian yang memaksaku menjadi seperti ini.

harus apa, Tuhan ?

Sepertinya Tuhan mendengar ucapanku, karna begitu aku terbangun semuanya menjadi nyata. Tapi aku tak yakin ini jawaban Tuhan, apakah mungkin Tuhan menjawab doaku tapi juga sekaligus memberiku beban ? Ah, tidak. Aku lupa, dengan-Mu Tuhan apapun bisa terjadi. Aku ragu, di lain sisi aku harus mengambilnya di sisi lain aku menghancurkan kepercayaan diriku. Aku tak tahu ! Aku butuh seseorang saat ini. Sangat butuh seperti aku terjebak dipadang pasir dan aku membutuhkan oase. Bukan sekedar fatamorgana. tapi kau tau ? Tak semua orang mempunyai “telinga” hampir semuanya TULI ! Jangan marah, karna hanya beberapa yang diberikan “telinga” oleh Tuhan, kalau kau tidak punya belajarlah, nanti “telinga” itu juga tumbuh. Ah, aku melindur. Membicarakan yang tak penting. Untuk sekarang, aku meminta jawabanMu Tuhan, untuk yg kesekian kali. Aku harus melangkah maju apa berdiam disini ?

cita-citaku uoo ouu ingin menjadi dokter lalalallaa ..

masih inget ngga si sama lagu yang pernah dinyanyiin Joahua waktu kecil? yang gua inget si itu sebaris lirik yang jadi title post gua sekarang, selebihnya kayanya dia cuma ngulang dan ngasih tau kalau dia pengen jadi dokter -__-\”

tapi sebaris lirik itu yang membuat gua berfikir, mau jadi apa gua kalau sudah besar nanti ? (padahal sekarang ngaku kalau udah gede #payah) gua bingung mau jadi apa. dan apa mungkin berpengaruh dengan nama panggilan gua sekarang yang gua dipanggil kodok dan mooe sama temen-temen ? apa nanti gua akan bermetamorfosis menjadi berkepala sapi berbadan kodok yang punya corak item putih ? ah entahlah ..

ada satu hal yang masih gua pertanyakan, ada yang bilang cita-cita waktu kita kecil adalah cita-cita kita sesungguhnya. walaupun seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia dan banyaknya makanan yang kita makan akan menghapus sedikit demi sedikit impian kecil kita itu. dan bahkan mungkin kita tertawakan apabila kita mengingatnya. aneh. memang. dulu kita banyak bercita-cita menjadi polisi, dokter, guru, artis, yang menurut mata kecil kita itu adalah sesuatu hal yang menyenangkan. tapi terlepas dari semua itu pandangan mata kita akan berubah menjadi sesuatu yang rumit bahkan tidak pernah bisa kita pahami, kita melupakan sudut pandang kepolosan, kejernihan dan kesenangan. yah, menjadi dewasa terkadang membosankan.

cita-cita kita sekarang tidak terlepas dari nantinya kita menjadi apa, kita seperti apa dan bagaimana kita dimata orang lain dan mungkin tuntutan orang tua. kita tidak bebas memilih apa yang menjadi kesenangan kita, menjadi sumber kebahagiaan kita. kita terlalu takut tentang komentar orang-oramg nantinya tentang kita. bahkan dari ketakutan itu kita membiarkan diri kita slalu dibawah tekanan.

seperti halnya gua, ketika gua mengumumkan kepada seluruh keluarga besar gua bahwa gua akan menjadi seorang seniman, semua mencibir langsung merendahkan bahkan parahnya gua dibilang \”bego\” karna menyimpang jauh dari jurusan gua sekarang yaitu seorang \”chemist\”. mereka berkata bisa apa seorang seniman, bakal menghasilkan apa ? dan apa gua mampu bertahan ? apa yang bisa di banggakan ? . JUJUR . gua sedikit ga setuju dengan mereka, gua agak \”hah? maksud lo?\” tapi gua diem aja, karna dari sekian banyak keluarga besar gua cuma satu yang mendukung gua, yang menyakinkan gua bahwa seniman itu hebat, imajinasi yang dimiliki ga semua orang punya, seniman juga akan sukses. itu yang membuat gua percaya bahwa gua bisa. dan orang yang slalu memberi gua support adalah my mom. beliau bilang apa yang jadi keinginan kita, apapun itu bisa sukses asal kita punya kemauan dan percaya. dan dari kata-kata itulah gua belajar untuk tidak meremehkan segala sesuatu. karna kita tidak pernah tau rahasia terbesar meraka, mungkin saja sekarang mereka melihat pekerjaan itu \”ga akan bisa\” \”ga akan berhasi\” tapi siapa tau suatu saat nanti mereka akan mencoba menarik kata-kata mereka.

bagi gua, disini kita bebas menentukan masa depan kita, menentukan cita-cita kita karna apa? segala sesuatu yang kita lakukan dan kita menyukai pekerjaan itu, pasti kita akan mendapatkan hasil yang maksimal berbeda ketika kita slalu diarahkan harus ini harus itu, kita akan berat melakukannya bahkan untuk menyelesaikannya pun terasa berat . dan untuk apa kita cape memikirkan pendapat orang tentang kita nanti, abaukan saja. karna kalau kita sibuk memikirkan pendapat orang tentunya kita tidak akan pernah berani berkreasi.

karna itu, lakukanlah apa yang menjadi kesenangan kalian. percaya bahwa jalan yang kalian pilih itu bisa kalian pertanggung jawabkan dan cobalah membuktikan kepada mereka \”ini loh yang kalian pernah remehin tapi sekarang ? kalian tarik kata kata kalian\” . jangan pernah sibuk memikirkan komentar orang, tapi sibuklah berkreasi karna masa muda itu cuma sekali dan apabila kalian menyia-nyiakan masa muda kalian, kalian sendiri yang akan menyesal.

\"get-it\"

gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, karna apabila kamu gagal, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang :)

kata mama tentang cinta

mama ngerasain apa yang kamu rasa, mama juga pernah ngerasain itu. rasanya sakit. tapi mama pernah bilang sama kamu, di saat kamu ingin memulai suatu hubungan kamu harus siap. siap kehilangan, siap cemburu, siap patah hati. mungkin disaat ini kamu lagi ngerasa kehilangan, tapi kamu harus sadar, kamu harus ingat dia udah bukan milik kamu lagi. dia udah bersama orang lain. kamu boleh kok nangis, silahkan. tapi coba belajar merelakan dia. bersyukur karna dia pernah ngasih kamu kebahagiaan walaupun kamu ngerasa cuman sebentar. tapi dari situ, kamu bisa ambil pelajaran, mulai saat dia pergi ninggalin kamu, kamu udah bisa menyeleksi orang yang masuk ke hidup kamu. kamu punya kreteria sendiri, kamu bisa menilai orang, kamu bisa mempelajari karakter orang. jadi, ga sembarang orang yang bisa masuk ke hidup kamu. coba belajar memafkan diri kamu, jangan biarkan kamu menyakiti diri kamu sendiri apalagi orang lain, kamu inget kata-kata itu kan ? kamu bakal nemuin kebahagiaan kamu. mungkin gag sekarang, mungkin agak telat tapi saat itu tiba kamu akan dapat kebahagiaan yang hakiki. kamu akan dapet kebahagiaan yang kamu mau.

kamu ngerasa disaat dia memberikan perhatian waktu emang cepet berlalu, tapi disaat kamu sendiri kaya gini kamu ngerasa waktu berjalan lama, tenang aja itu hal yang lumrah ko. semua ini ga usah di sesali, ga usah kamu nyalahin diri kamu karna dia pergi. mungkin kamu ngerasa dia yang terbaik buat kamu, tapi Allah pasti punya rencana lain, Allah pasti punya yang lebih baik dari dia, dan Allah tau kamu udah siap mental untuk di tinggalin sama dia. kamu perempuan kuat. kamu bilang dia bisa memberikan semua yang kamu mau? itu mungkin karena rasa sayang tulus dari diri kamu. karna semua di dunia ini timbal balik, kamu berbuat baik sama orang mereka juga akan baik terhadapmu begitu juga sebaliknya . kenapa dia begitu aja ninggalin kamu? karena kalau dia pergi dengan perlahan-lahan kamu akan semakin tidak pernah bisa untuk melepasnya. dia buat kamu kuat, dia buat kamu tegar. dia yang udah kasih kamu kebahagiian manis walaupun hanya sesaat, syukuri itu.

mulai sekarang, belajar untuk mendoakan kebahagiaan dia. belajar untuk bisa menerima, belajar untuk merelakan dia. karna, di suatu saat nanti apabila kamu bertemu lagi dengannya dia akan tetap sama seperti dulu, akan tetap memberikan senyumannya, dan nanti kamu akan cukup tegar untuk melihatnya bahagia bersama orang lain. karna cinta itu tidak bisa dipaksakaan, mungkin kamu lebih baik tidak bersamanya, karna masih ada banyak \”dia\” di dunia ini yang jauh lebih baik dan mereka pantas untukmu.

BROKEN HOME? It’s not over

jadi inget kejadian tadi pagi. waktu gua baru banget sampe kelas, tiba tiba temen gua langsung narik gua ke koridor kelas *maklum sepi, secara belum ada yang dateng sabtu gitu* dia langsung meluk gua, gua pikir dia kangen sama gua. tapi lama lama kok gua ngerasa pundak gua basah. ternyata, temen gua nangis ckck. dia cerita sabil sesugukkan kalau ternyata ortunya cerai wow, gua langsung aja tertohok denger dia cerita gitu. langsung jadi de javu buat gua, seakan mundur ke satu tahun silam dimana saat gua selesai makan ortu gua ngajak ngomong serius gua mereka bilang “babeh, sama mama udah ga bisa tinggal bareng lagi” gua cuman ber Oooh ria aja, jujur gua udah ada persiapan meskipun gua ga pernah tau kapan itu terjadi. di fikiran gua saati itu, gua ga bakal mati kok meskipun ortu gua ga bersama lagi.

Mungkin kalian belum kalian berfikir bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang mengalami ‘broken home’? tak buruk, memang. Hanya saja efek yang di tinggalkannya setelah itu. Bukan tentang bagaimana kita nanti, bukan bagaimana kasih sayang yang akan kita dapatkan. Hanya saja bagaimana kita bertanggung jawab atas diri kita.

Seperti kasus nyata diriku sendiri. Aku adalah seorang anak ‘korban’ dari keluarga yang broken home. Keluargaku terpecah, pada saat aku mengetahui hal itu ada rasa sakit yang aku rasa tetapi entah mengapa rasa itu terkalahkan oleh topeng yang harus aku tunjukkan kepada dunia. Broken home tak menahanku untuk tertawa, untuk bermain, untuk mengejar cita-cita, dan untuk semua hal aku inginkan. Pernah aku berfikir apakah aku harus seperti ‘mereka’ ? yang melarikan diri ke narkoba, hidup di jalanan, tak mengenal aturan dan yang lebih parah tidak memiliki masa depan. Tapi dukungan terus mengalir padaku untuk tetap berdiri, untuk tetap bertahan dan untuk tetap tersenyum. Awalnya aku tak menanggapi omongan mereka, toh mereka tak tau apa yang aku rasa, perasaan menjadi seorang korban broken home untuk apa aku mendengarkan mereka. Tapi, aku sadar akan satu hal ‘’aku tak mau hidup susah’’, aku tak mau mengulangi kesalahan orang tuaku cukup aku merasakan sakit saat ini karna suatu saat nanti aku akan menunjukan kepada mereka semua bahwa cobaan yang aku alami tidak dapat menahanku untuk menggapai dunia. Aku mempunyai tekad yang kuat untuk itu, karna aku lelah dengan topeng-topeng ini. Aku menggunakan berbagai macam topeng karna aku tak mau terlihat menyedihkan, apa lagi aku dikasihani, dan harus mengemis belah kasihan. Aku tak mau seperti itu. Biarlah semua rasa sakit ini hanya aku yang mersakan, kalian cukup mendukungku dan menberikanku senyuman. Setiap senyuman kalian adalah krkuatanku untuk terus berlari J

Aku tetap di sini karna

Ada seribu alasan untuk aku berdiri di sini

Ada seribuharapan untuk aku tetap berjalan ke depan tanpa peduli dengan ada yang di belakang .

Belive me .

Aku terkena “KUTUKAN”

Seperti dalam dongeng atau cerita 1001 malam, seorang gadis cantik dikutuk menjadi buruk rupa dan apabila menemukan cinta sejatinya ia akan kembali menjadi seperti semula, atau seorang pangeran yang dikutuk menjadi seekor kodok dan setelah diberi ciuman oleh seorang putri dia akan menunjukan wujud aslinya, yaitu pangeran. Atau kisah lain seperti diracuni dengan apel merah dia akan tertidur ratusan tahun dan akan terbangun setelah ada pangeran yang menyelamatkannya.

Tidak, tidak seperti itu kutukan yang aku alami. Meskipun aku berharap akan dikutuk seperti itu oleh nenek sihir dan menunggu diselamatkan oleh pangeran berkuda putih. Tapi itu adalah dongeng anak kecil, anak yang sangat lugu. Aku berfikir sejenak, kapan aku mendapatkan kutukan itu? Siapa yag mengutukku ? dan apa penawarnya? Sungguh aku benar-benar tidak mengetahuinya.

Yeah~ ketika aku termenung, terlintas dalam benakku “hey, aku menyadari kutukan itu. Aku tlah mengetahuinya dari indra keenam ku.” Tapi aku menyesal mengapa aku tak sadar dari awal? Tak sadar sebelum kejadian. Hufft.. how stupid i’m. Indra keenam ku berjalan ketika aku menonton reality show yang dimana pembawa acaranya menghipnotis korbannya, di saat itu terlintas dalam benakku aku mengatakan “aku udah ga sayang kamu” dan seperti biasa aku menganggap itu hanya khayalan tapi itu benar” terjadi! Bukan dari mulutku tapi dari mulut dia kata” itu meluncur begitu saja (yeah~ aku tau dan sangat menyadarinya indra keenam ku itu sangat berbeda cara kerjanya, tapi slalu terbukti. Dia bekerja sepeti aku sedang mengkhayal).

Okay, mungkin kalian bertanya dimana letak kutukan itu. Aku akan menjelaskannya. Aku- kisahku- yah tentu kisah asmara, aku slalu tidak pernah bisa membuat dia bertahan~ atau mungkin dia yang tidak bisa bertahan denganku. Itu slalu terjadi saat memasuki hubungan yang ketiga bulan. Selalu- dari duli seperti itu. Aku sangat lelah~ sunnguh. Harus memulai dari awal, harus mengenal seseorang lagi dan harus beradaptasi lagi. Kalian tahu? Aku sangat lelah !!!!!! yah, itulah kutukanku. Slalu berakhir ditiga bulan. Tapi, disaat aku tak kuasa mendapatkan kutukan itu lagi, ada salah satu teman terbaikku yang berkata seperti ini :

“listen care to me

I have got that’s feel, I know what it’s, you must being stronger more and more. I know that’s so hurt, I haven’t get that chace to said that. I love you, and I wanna said that I dont wanna leave you again” if you know, i miss you so much. You and me, grown together.”

Wow, sungguh itu membuatku berarti di dunia ini. Kasarnya dia menyadarkanku bahwa didunia ini masi banyak yang menyayangiku masih banyak yang akan slalu berada disisiku. Betapa bodohnya aku terpuruk begitu saja. Ckck

Girls,

Jangan pernah menangis ketika hubungan mu harus kandas dan tak sesuai rencana. Karna ketahuilah bahwa masih banyak didunia ini yang menyayangimu. Karna dalam tahap ini, pacaran itu hanya sebagai STATUS bukan suatu ikatan resmi. Jadi, jangan pernah membuang air mata mu untuk seseorang yang bodoh yang tlah menyia-nyiakanmu karna dia meninggalkanmu J hihi yang nikah aja bisa cerai apalagi yang masih pacaran?

Aku tak tahu sampai kapan kutukanku hilang hihi, keep smile saja lah :)

aku masih menunggu pangeran bermobil ku tibaa hahaa