• 2

    Apr

    Huruf setelah M,

    Berdekatan sekali huruf M dan setelahnya N. Seperti skor tipis, hampir tidak ada peluang. Bersinggungan. Terpisah dalam satu spasi. Kadang ada dalam sekata bahkan bisa juga tidak bertemu. Ahh aku menyamainya saja, mungkin seperti itu juga kisah antara kamu, aku dan dia. Hampir tak teraba. Tersirat. Aku denganmu, mengikatkan diri pada sebuah status tak terdaftar agama, negara, dunia maupun langit. Kita bergandeng dengan masa lalu yang masih terbawa, meski kita saling berpura tak mengkhawatirkannya, tak peduli. Tapi kita .. rasa yang tertinggal itu masih terselubung, merasakannya setiap kebersamaan itu –telah terlewati. Kamu mengatakan, kita bisa! Tetaplah bergandeng. Aku pada dia. Seperti sedang menerbangkan layangan. Aku diam melihatmu dari bawah sini menarik ulur perasaanku. Kau,
  • 17

    Feb

    Feel ~ alone

    I still feel all alone. I just want go home. Entahlah merasa sepi saja, mungkin karna sudah terbiasa di kelilingi orang orang yang sangaat kebiasaan tertawa lepas. Tapi sekarang keluar dari zona nyaman di tempat baru harus adaptasi, mulai dari awal, mempelajari sekeliling .. baru mulai bergerak mengikuti arahnya. Haaaaah feel so looooooooooooooong time sekali kayaknya gak berbicara dan tertawa lepas. Kangen. *Masih harus jaim jaim unyu*
  • 13

    Feb

    kunci cadangan!

    “Jadi gini dok, sesuatu seperti benda biasanya punya cadangan. Kaya pintu aja deh, dia ga mungkin cuma ada satu kunci kan? Pasti ada cadangannya. Dan cadangan biasanya di simpen dulu gak langsung di pake kan? Kaya duit gitu ibaratnya minjemin orang aja dulu kalo butuh bisa langsung gue ambil.” “hahaha jadi intinya dia itu cadangannya si itu dan gue cadangannya itu kan? hahaha” “haha thats right, dok! hahaha…” “…tapi lo jadi cadangan pun ada sertifikatnya, yaaah walaupun tetep ajaa cadangan namanya haha” “haha okee tapi kenapa ya gue ga nyari cadangan juga? aneh. Biasanya gue slalu punya back up tau buy!” “ngapain? ga perlu-lah lo ikutan nyari cadangan. Lo ga butuh dok sebenernya. Karna apa? Ada ataupun dia
  • 13

    Feb

    delapan 86 enam

    Biasanya gue sama abang gue suka pake istilah ini buat menyanggupi bahwa kita punya waktu luang. Dalam artian waktu luang buat berbagi, sharing, curhat, ketawain hal ga penting, bahkan masuk juga sesi debat kusir yang ga pernah ada ujungnya. Dan sama abang gue ini, gue bisa berbagi banyak hal. Bisa buat gue ngerti, dapet jawaban yang gue butuhkan. Bagusnya disini kita udah saling “close” jadi kita bisa berbagi apapun tanpa ada yang terpojokkan karna perbedaan gender yang pastinya beda juga cara pandang. Dan gue beruntunglah punya temen, musuh, sahabat, tong sampah yang slalu ada di saat kita butuh. Jujur, kalo ga ada yang di omongin, kita gitu aja kaya lost contact tapi ketika ada salah satu dari kita yang memang butuh 86 pasti kita slalu siap kapanpun itu. Enaknya gitu sih,
  • 12

    Feb

    Angin Musim Semi~

    Sebelum kamu pergi jauh.. Mungkin sebaiknya aku harus mengatakannya.. Waktu terus bergulir hingga hari ini.. Kita tertawa namun hatiku terasa sakit.. Di malam ketika angin musim semi berhembus.. “Aku tak ingin melepas kepergianmu”.. Seperti itulah yang kupikirkan.. Namun aku tak dapat mengatakannya.. Kita berpisah dengan ucapan ’selamat tinggal’.. Di tepi jalan berpohon, aku berjalan sendiri.. Tiba-tiba mengingat sisa-sisa mimpi itu.. Kelopak bunga jatuh melayang-layang.. Dan melewati celah hatiku.. Mungkin aku harus lebih jujur lagi.. Bahkan jika rasa sakit ini datang.. Dan menyerang hati ini lagi.. Aku akan pergi dan menemukan apa yang ada.. Di balik pintu yang tertutup itu.. Kita berdua benar-benar berlawanan.. Namun sejak kapan kita selalu bersama? Banyak kemiri
  • 12

    Feb

    Kalah

    Kalah. Ternyata kalah. Cukup. Jangan paksa maju lagi, S A K I T ! Jika terus memaksa, Kalah. Ternyata kalah. Aku kalah, Kalah dengan waktu! Tapi tenang, aku tak akan menyalahkan apapun. Ya, Aku tau, bukan aku yang slalu ada. Bukan, aku bukan sebuah sosok.
  • 7

    Feb

    --waktu.

    Katanya “Cintailah orang yang punya banyak waktu, waktu untuk bersamamu, waktu yang bisa dia bagi bersamamu sesibuk apapun dia.” ya, aku mencintai orang yang mempunyai banyak waktu untukku, kapanpun aku mau. Hanya saja yang berbeda dia mencintai orang yang tak punya banyak waktu. Seperti diriku. Bagiku, waktu sangat mahal. Terlalu mahal untuk di gadaikan. Aku tak sanggup menebusnya. Waktuku sedikit. Hanya punya beberapa jam saja untuknya. Itupun tidak setiap hari, itupun tidak merasakan hangatnya sebuah tatapan, itupun .. Bisakah kau bersabar untukku? Bisakah kau terus mencintaiku dengan aku yang hanya memberi perhatian bukan aku yang slalu ada? Bisakah kita terus berfikir semua akan baik baik saja? Bisakah?
  • 7

    Feb

    Dec 23, 2013.

    -Flashback- Kita saling mengatakan “aku suka kamu” dengan cara masing-masing, dengan kekagetan yang luar biasa, dengan harapan tipis, dengan sedikit masalah yang menyisip. Tapi, tahukah kamu? dilain pihak, ada yang mengatakan “aku tetap memperjuangkan kamu! Aku seorang laki-laki, yang di pegang dari laki-laki adalah kata-katanya!” Lalu, tahukah kalian? Ini baru berlalu satu hari dari ulang tahunku. Bisakah salah satu dari kalian memberikan kado istimewa untukku? membawakan sepotong kue dengan lilin kecil diatasnya? Bukan malah membuatku menangis karna masalah ini? Jangan pojokkan aku!
  • 7

    Feb

    Us.

    Kita banyak berselisih tapi tidak saling menyakiti. Kita hanya saling mengenal. Pertemuan yang singkat membuat sebuah ke-ter-pak-saan untuk jauh lebih memahami. Jauh melebihi proses itu sendiri.Dan rasa yang terjalin kita coba eratkan dalam sebuah penyangga. Begitupula dengan jarak yang di tempuh menjadi bukti apakah akan terus ada atau malah menghilang. Ah, sudahlah aku dan kamu slalu mencoba berfikir ini semua akan baik-baik saja. Kita akan baik-baik saja sampai kita — waktu yang seharusnya. Ya biarkan waktu yang menjawabnya, katamu.
  • 21

    Jan

    -Tanpa Judul-

    Aku tidak memberikan judul pada postingan kali ini. Bingung sebenernya mau memberikan judul apa. Ini hanya curhatan hati sekilas saja, entahlah aku juga bingung apa yang mau aku tulis. Sebenarnya tidak enak menceritakannya, ah bukan bukan hal yang sangat rahasia hanya saja tidak semua orang akan mengerti apa yang aku ceritakan. Haha bukan tidak mau menjelaskan, ini sudah sangat jelas — hanya soal penerimaan saja. Bukankah banyak orang yang sulit menerima akan suatu hal lalu mereka akan mulai menyibukkan diri menjadi pembenaran lantas berkoar-koar akan hal yang menurut mereka itu pembenaran seperti mereka? ahaha ya seperti itulah, hanya ingin berbagi, dengarkan saja sambil menonton televisi atau sambil menikmati secangkir kopi boleh sambil memandangi derasnya hujan yang tak kunjung me
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post