jadi inget kejadian tadi pagi. waktu gua baru banget sampe kelas, tiba tiba temen gua langsung narik gua ke koridor kelas *maklum sepi, secara belum ada yang dateng sabtu gitu* dia langsung meluk gua, gua pikir dia kangen sama gua. tapi lama lama kok gua ngerasa pundak gua basah. ternyata, temen gua nangis ckck. dia cerita sabil sesugukkan kalau ternyata ortunya cerai wow, gua langsung aja tertohok denger dia cerita gitu. langsung jadi de javu buat gua, seakan mundur ke satu tahun silam dimana saat gua selesai makan ortu gua ngajak ngomong serius gua mereka bilang “babeh, sama mama udah ga bisa tinggal bareng lagi” gua cuman ber Oooh ria aja, jujur gua udah ada persiapan meskipun gua ga pernah tau kapan itu terjadi. di fikiran gua saati itu, gua ga bakal mati kok meskipun ortu gua ga bersama lagi.

Mungkin kalian belum kalian berfikir bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang mengalami ‘broken home’? tak buruk, memang. Hanya saja efek yang di tinggalkannya setelah itu. Bukan tentang bagaimana kita nanti, bukan bagaimana kasih sayang yang akan kita dapatkan. Hanya saja bagaimana kita bertanggung jawab atas diri kita.

Seperti kasus nyata diriku sendiri. Aku adalah seorang anak ‘korban’ dari keluarga yang broken home. Keluargaku terpecah, pada saat aku mengetahui hal itu ada rasa sakit yang aku rasa tetapi entah mengapa rasa itu terkalahkan oleh topeng yang harus aku tunjukkan kepada dunia. Broken home tak menahanku untuk tertawa, untuk bermain, untuk mengejar cita-cita, dan untuk semua hal aku inginkan. Pernah aku berfikir apakah aku harus seperti ‘mereka’ ? yang melarikan diri ke narkoba, hidup di jalanan, tak mengenal aturan dan yang lebih parah tidak memiliki masa depan. Tapi dukungan terus mengalir padaku untuk tetap berdiri, untuk tetap bertahan dan untuk tetap tersenyum. Awalnya aku tak menanggapi omongan mereka, toh mereka tak tau apa yang aku rasa, perasaan menjadi seorang korban broken home untuk apa aku mendengarkan mereka. Tapi, aku sadar akan satu hal ‘’aku tak mau hidup susah’’, aku tak mau mengulangi kesalahan orang tuaku cukup aku merasakan sakit saat ini karna suatu saat nanti aku akan menunjukan kepada mereka semua bahwa cobaan yang aku alami tidak dapat menahanku untuk menggapai dunia. Aku mempunyai tekad yang kuat untuk itu, karna aku lelah dengan topeng-topeng ini. Aku menggunakan berbagai macam topeng karna aku tak mau terlihat menyedihkan, apa lagi aku dikasihani, dan harus mengemis belah kasihan. Aku tak mau seperti itu. Biarlah semua rasa sakit ini hanya aku yang mersakan, kalian cukup mendukungku dan menberikanku senyuman. Setiap senyuman kalian adalah krkuatanku untuk terus berlari J

Aku tetap di sini karna

Ada seribu alasan untuk aku berdiri di sini

Ada seribuharapan untuk aku tetap berjalan ke depan tanpa peduli dengan ada yang di belakang .

Belive me .


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?